Huft...hujan terus turun dari pagi tadi...berhenti...hujan lagi nggak ade bosennya ya. Tapi Itulah berkah tersendiri jika kita memang tahu hikmah dibelakang itu semua.
yAP SEBUAH PROLOG DAN MENGINGATKAN AKU SEWAKTU TADI PAGI JALANAN JAKARTA MACET SEPERTI BIASANYA DAN HUJAN LAGI. wAH JADI TERLAMBAT DECH. Namun yang terasa sewaktu tadi pagi adalah rasa buru2 yang memang sering terlatih tapa disadari sehingga harus memacu mkuda besiku secepat kilat. Bak pembalap di sirkuit. Dimana lampu hijau menyala...semua motor bak lebah mluncur dengan kecepatan BALAPAN. Wusftttt....adrenalinku pun terpancing. 100 km/jam naik lagi jadi 120 km/jam and jalur bus way pun diterjang....Wusft....
Tapi pas ditengah2 perjalanan terbersit bayang2 orang2 yang menanti dikerjaan....Eit sabar -sabar ...pelan2 gas dikendorkan lagi dan akhirnya pelan-pelan juga coz macet juga so gak bisa ngebalap lagi dech.
Ya itu sebuah cerita pribadi dan cerita jalanan jakarta di pagi hari pada umumnya. Lihat saja kalau nggak percaya....muda, tua, pelajar, ibu2 atau bahkan para eksmud bersepeda motor ketika lampu hijau perempatan pusat kota menyala????
Tiap pagi bisa jadi kita mengantarkan nyawa kita seiring dengan adrenalin yang terpacu secara alami
Thursday, April 10, 2008
Dimana letak kesalahan itu
Kita punya hutan lebat….tapi tak produktif dan terus ditebang….hasilnya bencana
Kita punya lahan subur....tapi tak produktif dan terus dibangun Pusat Bisnis Konsumtif.....hasilnya kita impor beras, gula, bahkan tepung
Kita punya bisnis UKM....tapi tak sehat bersaingnya....hasilnya banyak pengawet, pewarna makanan, campuran berbahaya,
Kita punya banyak institusi pendidikan .....tapi tak didirikan sesuai standart....hasilnya lulusan jadi pengangguran dan menjadi beban
Kita punya lulusan intelektual bagus ..... tapi banyak yang tak bekerja di bidang aslinya .... hasilnya jadilah pekerja-pekerja bukan jadi pembuat pekerjaan baru.....
DIMANAKAH LETAK KESALAHAN ITU ............................
Kita punya lahan subur....tapi tak produktif dan terus dibangun Pusat Bisnis Konsumtif.....hasilnya kita impor beras, gula, bahkan tepung
Kita punya bisnis UKM....tapi tak sehat bersaingnya....hasilnya banyak pengawet, pewarna makanan, campuran berbahaya,
Kita punya banyak institusi pendidikan .....tapi tak didirikan sesuai standart....hasilnya lulusan jadi pengangguran dan menjadi beban
Kita punya lulusan intelektual bagus ..... tapi banyak yang tak bekerja di bidang aslinya .... hasilnya jadilah pekerja-pekerja bukan jadi pembuat pekerjaan baru.....
DIMANAKAH LETAK KESALAHAN ITU ............................
Friday, March 21, 2008
Di Sebuah Refleksi Perjalanan Awal Transisi
Ya sore itu kita semua berkumpul disebuah mushola kecil didepan rumah. Sebuah obrolan kecilpun dimulai sambil mengenang masa lalu yang tak akan pernah terlupa. Nostalgia dan sebuah pertemuan yang dinanti setelah sekian lama tak bersua setelah sekian lama bertualang.
Sebuah obrolan dari masing2 orang dimushola tersebut merefleksikan setiap transisi yang sedang meraka alami.
.....Session one...
Seorang diantaranya menceritakan dimana setelah pasca kampus sepertinya segala cerita berubah. Dimana dulunya hidup di suasana yang serba idealis dimana segala sarana aktualisasi, sarana belajar, dan sarana berinteraksi begitu terbingkai dengan sisi religi berubah. Dimana kehidupan direalita masyarakat mengharuskan dirinya untuk “berakrobat” mencara jati diri kembali. Memang pembicaraannya lebih banyak terkait dengan sisi bagaimana dia mencari “segenggam nasi” minimal untuk dirinya. Ya berbekal dengan ilmu yang telah ditimba sekian lama, dimana dulu kuliah dipercepat nggak bisa dan kuliahpun tak tahu harus kemana dia implementasikan itu ilmu...karena bimbang katanya.... Ya “akrobat” kehidupanpun dilakukan. Semua sisi pekerjaan yang berkait dengan ilmunyapun dicoba, satu dua bulan keluar masuk karena nggak cocok.
Alhamdulillah akhirnya dapat pekerjaan dibelakang meja tapi terlalu pasif. Ya mungkin tak cocok dengan tipikalnya yang memang sedikit senang aktif “berjalan-jalan” menyebarkan virus-virus semangat dan ketrampilan individu dalam kehidupan. Ya akhirnya diputus kontrak juga setelah dievaluasi kinerjanya tak maksimal...ya akhirnya mencari pekerjaan lagi.......
.....Session two...
Nah kemudian teman yang satunya berkomentar...kesabaran dan keuletan” dirimu akan mengahsilkan sesuatu yang besar...terus berjuang kawan....
Sembari menarik nafas dalam, dirinya juga ikut bercerita bahwa dulu kehidupannya juga sama. Karena keinginan untuk segera menikah membuat dirinya keluar masuk ke pekerjaan baru untuk segera memenuhi pundi-pundi tabungan untuk modal menikah. Nah setelah menikah segala sesuatu berubah lagi. Tuntutan sekarang tak hanya dari diri sendiri, tapi dari istri, keluarga dan masyarakat. Nah akhirnya segala upaya dia lakukan termasuk memasuki sebuah pekerjaan yang dia tahu ”track record” managementnya jelek. Namun karena masa penantian pekerjaan yang lebih baik tak kunjung tiba, maka diambil peluang itu. Namun setelah 6 bulan bekerja..rasanya fisik tak kuat karena ternyata kerjanya serabutan tak jelas Job Deskripsinya, pokoknya segala sesuatu dilakukan dikantornya. Dan aktivitas bisa mobile terus untuk mengontrol beberapa area proyek kerja kantornya.
Nah akhirnya dia merasa seperti tak ada masa depan kalau diteruskan disini,.....akhirnya segala cara untuk loncat ke pekerjaan lainpun dilakukan...tapi ternyata pekerjaan yang lebih baikpun beluam ketangkap. Akhirnya kepikiran untuk pulang kampungpun terlintas. ...Huft....Berjuang bersama istri disana katanya??? Udah sumpek dijakarta.
....Session Three....
Kok kedua cerita tersebut diaminin oleh teman yang ketiga yang ada disitu. Dia sekarang menjadi seorang ayah yang berjibaku tiap harinya dari pagi sampai sore. Samapi-sampai ketemu si kecil(umur masih 7 bulan) sudah tidur. Rasa ingin bercandapun tak kunjung tiba dihari hectic day. So tinggal sabtu minggu yang membuat dirinya full day bersama keluarga. Dan hari tersebutpun tak bisa diganggu gugat lagi. Ya kata dia mungkin beginilah jalan cerita yang harus dilewati untuk mencari bekal kehidupan. Ya bekal kehidupan didunia dan akhirat.
....Next....
Dan diakhir obrolan tersebut dia menyimpilkan bahwa pasca kampus memang waktunya yang muda terus berakrobat menemukan kariernya yang tepat. Ada yang merasa tak kunjung ketemu ”track” yang tepat dalam waktu dekat dan ada juga yang langsung ketemu jalan kariernya sehingga bisa lebih memfokuskan skill dan ilmunya disana.
Kemudian transisi selanjutnya adalah berkeluarga, dimana suatu fitrah untuk menjawab tantangan psikologis, fisik, dan regenerasi. Dimana segala komponen individu dilebur dengan kedua belah pihak. Tak hanya sang istri dan suami tapi beserta keluarga besarnya. Disini akrobat pekerjaan akan semakin berat jika tak segera menemukan track recordnya. Kesabaran mungkin menjadi salah satu jawaban untuk melalui segala hal diawal pernikahan.
Nah transisi yang slanjutnya adalah kehidupan yang diamanahi seorang anak. Ya anak yang membuat orang tua tenang bahkan termotivasi untuk terus berbuat yang lebih baik lagi. Dan Jika kehidupan pekerjaan tak bisa dilakukan eskalasi, maka ya mungkin itu sudah menjadi beban tersendiri. Karena segala sesuatu harus dipikirkan dari banyak faktor.
Ya itu mungkinsedikit cerita dari 3 serangkai teman seperjuangan yang dulu pernah berpisah dan sekarang sedang berkupul untuk bersama-sama lagi.
Sebuah obrolan dari masing2 orang dimushola tersebut merefleksikan setiap transisi yang sedang meraka alami.
.....Session one...
Seorang diantaranya menceritakan dimana setelah pasca kampus sepertinya segala cerita berubah. Dimana dulunya hidup di suasana yang serba idealis dimana segala sarana aktualisasi, sarana belajar, dan sarana berinteraksi begitu terbingkai dengan sisi religi berubah. Dimana kehidupan direalita masyarakat mengharuskan dirinya untuk “berakrobat” mencara jati diri kembali. Memang pembicaraannya lebih banyak terkait dengan sisi bagaimana dia mencari “segenggam nasi” minimal untuk dirinya. Ya berbekal dengan ilmu yang telah ditimba sekian lama, dimana dulu kuliah dipercepat nggak bisa dan kuliahpun tak tahu harus kemana dia implementasikan itu ilmu...karena bimbang katanya.... Ya “akrobat” kehidupanpun dilakukan. Semua sisi pekerjaan yang berkait dengan ilmunyapun dicoba, satu dua bulan keluar masuk karena nggak cocok.
Alhamdulillah akhirnya dapat pekerjaan dibelakang meja tapi terlalu pasif. Ya mungkin tak cocok dengan tipikalnya yang memang sedikit senang aktif “berjalan-jalan” menyebarkan virus-virus semangat dan ketrampilan individu dalam kehidupan. Ya akhirnya diputus kontrak juga setelah dievaluasi kinerjanya tak maksimal...ya akhirnya mencari pekerjaan lagi.......
.....Session two...
Nah kemudian teman yang satunya berkomentar...kesabaran dan keuletan” dirimu akan mengahsilkan sesuatu yang besar...terus berjuang kawan....
Sembari menarik nafas dalam, dirinya juga ikut bercerita bahwa dulu kehidupannya juga sama. Karena keinginan untuk segera menikah membuat dirinya keluar masuk ke pekerjaan baru untuk segera memenuhi pundi-pundi tabungan untuk modal menikah. Nah setelah menikah segala sesuatu berubah lagi. Tuntutan sekarang tak hanya dari diri sendiri, tapi dari istri, keluarga dan masyarakat. Nah akhirnya segala upaya dia lakukan termasuk memasuki sebuah pekerjaan yang dia tahu ”track record” managementnya jelek. Namun karena masa penantian pekerjaan yang lebih baik tak kunjung tiba, maka diambil peluang itu. Namun setelah 6 bulan bekerja..rasanya fisik tak kuat karena ternyata kerjanya serabutan tak jelas Job Deskripsinya, pokoknya segala sesuatu dilakukan dikantornya. Dan aktivitas bisa mobile terus untuk mengontrol beberapa area proyek kerja kantornya.
Nah akhirnya dia merasa seperti tak ada masa depan kalau diteruskan disini,.....akhirnya segala cara untuk loncat ke pekerjaan lainpun dilakukan...tapi ternyata pekerjaan yang lebih baikpun beluam ketangkap. Akhirnya kepikiran untuk pulang kampungpun terlintas. ...Huft....Berjuang bersama istri disana katanya??? Udah sumpek dijakarta.
....Session Three....
Kok kedua cerita tersebut diaminin oleh teman yang ketiga yang ada disitu. Dia sekarang menjadi seorang ayah yang berjibaku tiap harinya dari pagi sampai sore. Samapi-sampai ketemu si kecil(umur masih 7 bulan) sudah tidur. Rasa ingin bercandapun tak kunjung tiba dihari hectic day. So tinggal sabtu minggu yang membuat dirinya full day bersama keluarga. Dan hari tersebutpun tak bisa diganggu gugat lagi. Ya kata dia mungkin beginilah jalan cerita yang harus dilewati untuk mencari bekal kehidupan. Ya bekal kehidupan didunia dan akhirat.
....Next....
Dan diakhir obrolan tersebut dia menyimpilkan bahwa pasca kampus memang waktunya yang muda terus berakrobat menemukan kariernya yang tepat. Ada yang merasa tak kunjung ketemu ”track” yang tepat dalam waktu dekat dan ada juga yang langsung ketemu jalan kariernya sehingga bisa lebih memfokuskan skill dan ilmunya disana.
Kemudian transisi selanjutnya adalah berkeluarga, dimana suatu fitrah untuk menjawab tantangan psikologis, fisik, dan regenerasi. Dimana segala komponen individu dilebur dengan kedua belah pihak. Tak hanya sang istri dan suami tapi beserta keluarga besarnya. Disini akrobat pekerjaan akan semakin berat jika tak segera menemukan track recordnya. Kesabaran mungkin menjadi salah satu jawaban untuk melalui segala hal diawal pernikahan.
Nah transisi yang slanjutnya adalah kehidupan yang diamanahi seorang anak. Ya anak yang membuat orang tua tenang bahkan termotivasi untuk terus berbuat yang lebih baik lagi. Dan Jika kehidupan pekerjaan tak bisa dilakukan eskalasi, maka ya mungkin itu sudah menjadi beban tersendiri. Karena segala sesuatu harus dipikirkan dari banyak faktor.
Ya itu mungkinsedikit cerita dari 3 serangkai teman seperjuangan yang dulu pernah berpisah dan sekarang sedang berkupul untuk bersama-sama lagi.
Ya ketika memasuki masa libur panjang seperti esok hari maka semua kru Ruang Bedah (Dokter Bedah, Perfuionist, Anestesi, Perawat) bergembira.....

Dan Jadwal untuk On Call / Stand by di hari libur jadi rebutan tersendiri. Karena ya…libur…libur kan seharusnya bersma keluarga……So…

He2x liburan jadi rebutan….Ya Semoga Bisa Menjadi Berkah Liburannya Yap

Dan Jadwal untuk On Call / Stand by di hari libur jadi rebutan tersendiri. Karena ya…libur…libur kan seharusnya bersma keluarga……So…

He2x liburan jadi rebutan….Ya Semoga Bisa Menjadi Berkah Liburannya Yap
Wednesday, February 28, 2007
Hanya sebuah tulisan....
DiBalik HAM yang terus diperjuangkan, ada bebrapa Perawat Berjilbab semakin tertekan…….
Sebut satu saja salah pekerjaan yang sangat mulia, jawaban yang mungkin paling banyak muncul adalah perawat. Betapa tidak, merawat pasien yang sedang sakit adalah pekerjaan yang sangat sulit. Tak semua orang bisa memiliki kesabaran dalam melayani orang yang tengah menderita penyakit.
Perawat sebagai profesi dan bagian integral dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa diandalkan. Untuk mewujudkan keperawatan sebagai profesi yang utuh, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Setiap perawat harus mempunyai ”body of knowledge” yang spesifik, memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik keprofesian yang didasari motivasi altruistik, mempunyai standar kompetensi dan kode etik profesi. Para praktisi dipersiapkan melalui pendidikan khusus pada jenjang pendidikan tinggi dimana disana mereka akan dibelakali skill keperawatan, pelaksanaan keperawatan profesional terkini, isu etik dan spiritual dalam asuhan keperawatan, pemahaman profesionalisme dalam keperawatan dan pemeliharaan kualitas dalam menunjang peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Namun perjuangan untuk berkembangnya profesi ini seakan-akan dibentur-benturkan dengan berbagai realitas. Salah satu contoh realitas tersebut antara lain sedikit terkekangnya perawat yang berjilbab untuk mengaktualisasikan identitasnya. Sebuah polemik sosial yang cukup memprihatinkan ketika perawat muslimah diharuskan memilih, “mempertahankan keyakinan atau memenuhi urusan perut,..??”. Ya inilah realita ketika hukum rimba diberlakukan….siapa yang teguh tapi lemah pasti tersingkir karena masih banyak yang mengantri pekerjaan ini dibelakang perawat2 berjilbab tadi.
Sebuah realita bahwa sebenarnya masih banyak rumah sakit yang tidak menerima perawat berjilbab tanpa jelas alasannya. Lucu memang…ketika sebuah Hak Asasi Manusia (HAM) sedang diperjuangkan di dan oleh semua lini, Namun kenyataan di sector kesehatan ini menjadi fenomena semu karena memang posisi perawat seakan-akan atau bahkan memang lemah adanya. Kapankah perawat dapat mengusung salah satu agenda dengan judul besar perjuangan “Telah terjadi pelanggaran HAM terhadap Perawat Muslimah”.
Terilhami oleh diskusi kecil sambil menikmati makanan di sebuah ruangan tempat para perawat dari beberapa daerah di Indonesia dikirim untuk belajar singkat. Dimana didiskusi tersebut ada beberapa orang yang harus merelakan keyakinannya……….
…...TANTANGAN UNTUK PARA PRAKTISI PERAWAT NEGERI INI……
Sebut satu saja salah pekerjaan yang sangat mulia, jawaban yang mungkin paling banyak muncul adalah perawat. Betapa tidak, merawat pasien yang sedang sakit adalah pekerjaan yang sangat sulit. Tak semua orang bisa memiliki kesabaran dalam melayani orang yang tengah menderita penyakit.
Perawat sebagai profesi dan bagian integral dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa diandalkan. Untuk mewujudkan keperawatan sebagai profesi yang utuh, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Setiap perawat harus mempunyai ”body of knowledge” yang spesifik, memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik keprofesian yang didasari motivasi altruistik, mempunyai standar kompetensi dan kode etik profesi. Para praktisi dipersiapkan melalui pendidikan khusus pada jenjang pendidikan tinggi dimana disana mereka akan dibelakali skill keperawatan, pelaksanaan keperawatan profesional terkini, isu etik dan spiritual dalam asuhan keperawatan, pemahaman profesionalisme dalam keperawatan dan pemeliharaan kualitas dalam menunjang peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Namun perjuangan untuk berkembangnya profesi ini seakan-akan dibentur-benturkan dengan berbagai realitas. Salah satu contoh realitas tersebut antara lain sedikit terkekangnya perawat yang berjilbab untuk mengaktualisasikan identitasnya. Sebuah polemik sosial yang cukup memprihatinkan ketika perawat muslimah diharuskan memilih, “mempertahankan keyakinan atau memenuhi urusan perut,..??”. Ya inilah realita ketika hukum rimba diberlakukan….siapa yang teguh tapi lemah pasti tersingkir karena masih banyak yang mengantri pekerjaan ini dibelakang perawat2 berjilbab tadi.
Sebuah realita bahwa sebenarnya masih banyak rumah sakit yang tidak menerima perawat berjilbab tanpa jelas alasannya. Lucu memang…ketika sebuah Hak Asasi Manusia (HAM) sedang diperjuangkan di dan oleh semua lini, Namun kenyataan di sector kesehatan ini menjadi fenomena semu karena memang posisi perawat seakan-akan atau bahkan memang lemah adanya. Kapankah perawat dapat mengusung salah satu agenda dengan judul besar perjuangan “Telah terjadi pelanggaran HAM terhadap Perawat Muslimah”.
Terilhami oleh diskusi kecil sambil menikmati makanan di sebuah ruangan tempat para perawat dari beberapa daerah di Indonesia dikirim untuk belajar singkat. Dimana didiskusi tersebut ada beberapa orang yang harus merelakan keyakinannya……….
…...TANTANGAN UNTUK PARA PRAKTISI PERAWAT NEGERI INI……
Saturday, February 03, 2007
The last.......Akhir rutinitas di OK ku
Nah hasil operasi bisa lancar or not.....so jadi bisa pulang sore or tengah malem nich....Nah kalau kejadiaannya selesai cepat maka ... kite-kite yang cowok pada ganti baju dech....

Gambar 13. He2x mungkin di kamar ganti cewek sama aja kali ye.......
Setelah beres ganti baju so kita biasanya ngeliat jadwal lagi untu tugas dinas besok or jadwal operasi besok hari.......

Gambar 14. Bisa happy today(operasi cuman dikit)...bukan berarti bisa happy esok hari(operasi bisa borongan).....
Ya begitulah sedikit cerita singkat di ruang kerja ku...hik...hik...ini cuman melampiaskan sedikit rutinitas diri biar nggak jadi kebosanan yang parah...............
Thanks to Mas Wowo si Karikatur ”perawat anestesi” dan pemilik hak cipta karikatur ini

Gambar 13. He2x mungkin di kamar ganti cewek sama aja kali ye.......
Setelah beres ganti baju so kita biasanya ngeliat jadwal lagi untu tugas dinas besok or jadwal operasi besok hari.......

Gambar 14. Bisa happy today(operasi cuman dikit)...bukan berarti bisa happy esok hari(operasi bisa borongan).....
Ya begitulah sedikit cerita singkat di ruang kerja ku...hik...hik...ini cuman melampiaskan sedikit rutinitas diri biar nggak jadi kebosanan yang parah...............
Thanks to Mas Wowo si Karikatur ”perawat anestesi” dan pemilik hak cipta karikatur ini
lanjutan 2 cerita di OK
Pump is ready...So si surgeon akan teriak …”Lines” …… artinya selang dari atas meja operasi yang akan dihubungkan antara jantung dan mesin dech….. gambarannya kayak gini .......

Nah kalo semuanya stabil operasinya, maka operasi akan terus berjalan lancar.....selama itu maka kita kudu memastikan kondisi pasien. Salah satu pengecekan nya antara lain adalah AGD......


Gambar 10. Si Perfusi/Anestesi minta dicek hasil astrup ke pekarya yang akan nganterin ke laboratorium........
Trus kalau pasien nggak stabil...contohnye kalau EKGnya masih flat or terjadi ketidak beresan kelistrikan jantung (waduh kayak PLN aje nich) maka kita perlu nge”DJ”...oit salah lagi...nge”DC”.....5 juole...10 joule....etc

Gambar 11. Bukan cara pengetesan mesin DC yang benar....
So everything will be end.......tanda-tanda operasi berakhir antara lain...protamine please...memasukan obat oleh anestesi untuk memberikan antidote heparin yang diberikan ketika awal operasi sebelumnya.............

Gambar 12. Merdeka......setelah 4 - 5 jam(bahkan bisa jadi 8-12 jam bro) operasi
Nah hasil operasi bisa lancar or not.....so jadi bisa pulang sore or tengah malem nich....Nah kalau kejadiaannya selesai cepat maka ... kite-kite yang cowok pada ganti baju dech....
BeRSAmBuNG

Nah kalo semuanya stabil operasinya, maka operasi akan terus berjalan lancar.....selama itu maka kita kudu memastikan kondisi pasien. Salah satu pengecekan nya antara lain adalah AGD......


Gambar 10. Si Perfusi/Anestesi minta dicek hasil astrup ke pekarya yang akan nganterin ke laboratorium........
Trus kalau pasien nggak stabil...contohnye kalau EKGnya masih flat or terjadi ketidak beresan kelistrikan jantung (waduh kayak PLN aje nich) maka kita perlu nge”DJ”...oit salah lagi...nge”DC”.....5 juole...10 joule....etc

Gambar 11. Bukan cara pengetesan mesin DC yang benar....
So everything will be end.......tanda-tanda operasi berakhir antara lain...protamine please...memasukan obat oleh anestesi untuk memberikan antidote heparin yang diberikan ketika awal operasi sebelumnya.............

Gambar 12. Merdeka......setelah 4 - 5 jam(bahkan bisa jadi 8-12 jam bro) operasi
Nah hasil operasi bisa lancar or not.....so jadi bisa pulang sore or tengah malem nich....Nah kalau kejadiaannya selesai cepat maka ... kite-kite yang cowok pada ganti baju dech....
BeRSAmBuNG
lanjutan 1 cerita di OK
Didalem OK ini die cerita inti-intinye........(walah sok bahasa betawi segale). Begini ceritanya....Induksi udah beres...bersih2 badan klien beres.....drapping beres......so ”Lungs Down” (surgeon siap menggergaji sternum so paru-paru kudu ngempes dulu lah gitu)

Gambar 5. Lungs Down...Ngeri ndak tuch gergajinya.....
So semua siap bekerja sesuai posisi masing-masing .....siapa yang terbang...dokter residen.....anestesi ... and perfusi. Nah salah satu gambaran proses di meja operasi antara lain ketika beberapa orang butuh ....”dingklik please!!!!”... untuk mensejajarkan diri.....(so jangan minder bagi yang memang merasa...he2x...gak berani nyebutin)

Gambar 6. No...Coment dech......
Nah yang hubungannya ama ane nich..PERKUSI...eh salah ....Perfusi....Ceritanye jika operasi itu jenisnya operasi jantung terbuka, eit entar dulu Nah apa itu??? Operasi jantung terbuka itu kalau tindakan operasinya butuh bantuan mesin jantung paru untuk mengambil alih fungsi jantung dan paru sementara sehingga memudahkan surgeon melakukan tindakan operasi yang sulit...... nah istilah untuk pake mesin...perfusi biasanya naya ke surgeonnya...on pump dok????

Gambar 7. Siap Pompa Dok....
Nah coz nich mesin ini begitu berbelit-belit ama selang-selang panjang..eh maksudnya banyak selang-selang yang harus di sambungkan sehingga menjadi satu...kok jadi kayak lagu.. so kejadiaannya kayak gini dech....

Gambar 8. Ya karena masih baru belibet dech.....
Pump is ready...So si surgeon akan teriak …”Lines” …… artinya selang dari atas meja operasi yang akan dihubungkan antara jantung dan mesin dech….. gambarannya kayak gini .......
BErsAMbunG

Gambar 5. Lungs Down...Ngeri ndak tuch gergajinya.....
So semua siap bekerja sesuai posisi masing-masing .....siapa yang terbang...dokter residen.....anestesi ... and perfusi. Nah salah satu gambaran proses di meja operasi antara lain ketika beberapa orang butuh ....”dingklik please!!!!”... untuk mensejajarkan diri.....(so jangan minder bagi yang memang merasa...he2x...gak berani nyebutin)

Gambar 6. No...Coment dech......
Nah yang hubungannya ama ane nich..PERKUSI...eh salah ....Perfusi....Ceritanye jika operasi itu jenisnya operasi jantung terbuka, eit entar dulu Nah apa itu??? Operasi jantung terbuka itu kalau tindakan operasinya butuh bantuan mesin jantung paru untuk mengambil alih fungsi jantung dan paru sementara sehingga memudahkan surgeon melakukan tindakan operasi yang sulit...... nah istilah untuk pake mesin...perfusi biasanya naya ke surgeonnya...on pump dok????

Gambar 7. Siap Pompa Dok....
Nah coz nich mesin ini begitu berbelit-belit ama selang-selang panjang..eh maksudnya banyak selang-selang yang harus di sambungkan sehingga menjadi satu...kok jadi kayak lagu.. so kejadiaannya kayak gini dech....

Gambar 8. Ya karena masih baru belibet dech.....
Pump is ready...So si surgeon akan teriak …”Lines” …… artinya selang dari atas meja operasi yang akan dihubungkan antara jantung dan mesin dech….. gambarannya kayak gini .......
BErsAMbunG
Keseharianku Di OK
Yap datang jam 7.20 setelah bergelut dengan jalur kiri yang kian hari kian macet…..Ganti baju OK and trus liat jadwal operasi dech

Gambar 1. Inilah pemandangan maping kalo nanti tugas…siapa yang ”terbang” or siapa yang cirkulate
Trus cerita berlanjut dengan pemanggilan pasien...”siap bedah”...dari ruangnye temen..ubur or yeyen...

Gambar 2. Yap klien dipanggil bisa jam 7an, masuk OK jam 8.....tapi leader of surgeon datengnye siang bro....
So setelah pasien dilakukakan operan kanan dan kiri …. We ready to operate…………”Perhatian-perhatian pintu Theater 1 telah dibuka”………….

Gambar 3. Ini pasien ditranspori ke dalem ruangan yang udah disetting untuk Ngebedah jantung …. He2x maklum SDM kurang and yang dateng juga kadang2 tak serempak...pasien ditransport dengan cerita lain2 ............
Nah Kondisi di dalam ruang OK bisa lain2 ceritanye........................

Gambar 4. OK dewasa tempoe dulu…………………….
Didalem OK ini die cerita inti-intinye........(walah sok bahasa betawi segale). Begini ceritanya....Induksi udah beres...bersih2 badan klien beres.....drapping beres......bersambung lagi diatas...maklum nggak cyukup.

Gambar 1. Inilah pemandangan maping kalo nanti tugas…siapa yang ”terbang” or siapa yang cirkulate
Trus cerita berlanjut dengan pemanggilan pasien...”siap bedah”...dari ruangnye temen..ubur or yeyen...

Gambar 2. Yap klien dipanggil bisa jam 7an, masuk OK jam 8.....tapi leader of surgeon datengnye siang bro....
So setelah pasien dilakukakan operan kanan dan kiri …. We ready to operate…………”Perhatian-perhatian pintu Theater 1 telah dibuka”………….

Gambar 3. Ini pasien ditranspori ke dalem ruangan yang udah disetting untuk Ngebedah jantung …. He2x maklum SDM kurang and yang dateng juga kadang2 tak serempak...pasien ditransport dengan cerita lain2 ............
Nah Kondisi di dalam ruang OK bisa lain2 ceritanye........................

Gambar 4. OK dewasa tempoe dulu…………………….
Didalem OK ini die cerita inti-intinye........(walah sok bahasa betawi segale). Begini ceritanya....Induksi udah beres...bersih2 badan klien beres.....drapping beres......bersambung lagi diatas...maklum nggak cyukup.
Friday, January 26, 2007
BERITA yang selalu berisi analisis kekurangan
Yap kalau kita perhatikan setiap berita dielektronik dan dan media cetak ada sebuah keprihatinan disana. Selain beritanya selalu negatif ini semakin diperparah dengan tidak adanya solusi yang berimbang dengan berjibunnya masalah yang diberitakan. Mulai dari masalah bencana, penyakit, kekerasan
Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan ke hambanya ini mendapatkan kemudahan mengakses info minimal 3 tipe media cetak bisa dianalisis tiap hari, internet jalan terus walau lambat, berita dielektronik bisa menanti dimalam hari. So dibalik kemudahan ini sepertinya banyak tanggungjawab yang harus dipikul. Nah bagi para pemerhati UMAT....yuk segera bergerak untuk menyelesaikan masalah umat ini untuk masa depan generasi kita kedepan..............
Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan ke hambanya ini mendapatkan kemudahan mengakses info minimal 3 tipe media cetak bisa dianalisis tiap hari, internet jalan terus walau lambat, berita dielektronik bisa menanti dimalam hari. So dibalik kemudahan ini sepertinya banyak tanggungjawab yang harus dipikul. Nah bagi para pemerhati UMAT....yuk segera bergerak untuk menyelesaikan masalah umat ini untuk masa depan generasi kita kedepan..............
Subscribe to:
Posts (Atom)